oleh

Ada Pinjaman Rp 1,5 M di Bank Mandiri, Pemiliknya Tidak Tahu Apa-Apa

-HUKUM-139 views

MAKASSAR, coronginformasi.com — Bank Mandiri yang selama ini dipercaya sebagai tempat penyimpanan uang nasabah serta bentuk transaksi perbankan lainnya kini mulai dipertanyakan.

Pasalnya, sebuah fakta terkuak yang mencoreng kreadibilitas dan integritas Bank Mandiri di mata masyarakat. Dimana nasabah atas nama Kamaruddin yakin tidak pernah melakukan pinjaman melalui Bank Mandiri sebanyak Rp 1,5 Milyar. Namun, tercatat sebagai piinjaman angsuran colektivitas 5 sesuai laporan OJK.

Hal ini terungkap setelah Kamaruddin mengajukan KPR di BTN namun berkasnya ditolak dengan alasan masih memiliki tunggakan. Iapun disarankan untuk membersihkan namanya terlebih dahulu atas tunggakan tersebut. Setelah dikroscek di OJK, terbukti Kamaruddin pernah melakukan pinjaman di tahun 2011. Data terakhir di tahun 2018, Kamaruddin masih memiliki utang yang harus dilunasi.

Kamaruddin pun kaget dan langsung melakukan upaya hukum dengan menggugat Bank Mandiri ke Pengadilan Negeri Makassar melalui kuasa hukumnya Ruslan, SH.

“Kami sudah dipanggil untuk sidang mediasi terlebih dahulu namun kami belum bisa hadir. Mungkin agenda selanjutnya kami sudah bisa hadir,” ucap Ruslan saat dihubungi via telepon seluler, Jum’at (20/9/19).

Ruslan juga menyampampaikan jika pihak Bank Mandiri berdalih hanya alasan teknis. Namun, dirinya tetap berasumsi ada oknum-oknum yang memanfaatkan bahkan mengambil keuntungan dalam hal ini.

“Mereka bilang kesalahan teknis namun kami tidak semudah itu percaya. Kami yakin ada oknum yang sudah mengambil manfaat dalam hal ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bank Mandiri Cabang HOS Cokroaminoto, Yenni Surti Rahayu yang menjadi Kepala Bank Mandiri Cabang Kartini tahun 2018 saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak tahu-menahu terkait hal itu. Dirinya menjelaskan, pihaknya di Cabang Kartini pada saat itu hanya posisi sebagai sales bukan penyurvai, memverifikasi berkas apalagi memastikan berkas tersebut layak untuk di ACC atau tidak.

“Ini bukan kewenangan kami, saya bahkan tidak tahu apa-apa. Untuk KPR atau sejenisnya itu ada unit sendiri yang menangani yaitu Consumer Loans Bisnis Center (CLBC) yang beralamat di Jl Slamet Riyadi. Mereka yang memverifikasi itu berkas nasabah layak apa tidak untuk mengajukan pinjaman, silahkan datang kesana,” ungkap Yenni saat ditemui di ruangannya, Kamis (19/9/19).

Pihak CLBC yang dikonfirmasi membenarkan adanya nasabah yang komplen dan sudah ditangani legal Bank Mandiri.

“Sudah ditangani legal pak, kami kroscek dulu data-data yang bersangkutan seperti apa yang sebenarnya baru kami sampaikan kembali,” ucap Laode saat memberikan keterangan di kantornya, Kamis, (19/9/19).

Sementara itu, Koordinator Divisi Investigasi LSM PERAK Sulawesi Selatan, M. Adnan, ST sangat menyayangkan adanya dugaan mafia di dalam tubuh Bank Mandiri.

“Kok bisa yah berkas bisa diproses dan di ACC padahal yang bersangkutan tidak tahu apa-apa. Bahaya kalau dibiarkan seperti ini, berarti ada penjahat di dalam tubuh Bank Mandiri,” jelasnya, Jum’at (20/9/19).

Adnan juga ragu terhadap sikap profesionalisme karyawan Bank Mandiri dengan adanya masalah tersebut yang terumbar ke publik.

“Jangan-jangan ini cuma satu yang terkuak, patut diduga kejahatan seperti sudah lama terjadi di tubuh Bank Mandiri. Karena kok bisa yah lolos verifikasi, pantaslah kalau pimpinan Bank Mandiri pada saat itu diduga ikut terlibat,” terang Adnan.

Pihaknya juga akan memantau perkembangan kasus tersebut.

“Intinya kami tidak mau ada masyarakat yang dirugikan dan pihak Bank mencari keuntungan dengan cara yang kotor. Kami akan ambil upaya hukum jika memang diperlukan,” pungkasnya.

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :