oleh

Jual Beli Kuota Pindah Sekolah, PERAK Duga Kepala SMAN 5 Terima Rp 4,5 Jt Persiswa

MAKASSAR, coronginformasi.com — Setelah proses penerimaan siswa baru secara sistem PPDB Online menuai sorotan orang tua siswa. Kini, proses perpindahan siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kembali jadi sorotan.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil penelusuran investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) Sulawesi Selatan terhadap beberapa sekolah di Kota Makassar.

“Kami ambil sampel di beberapa sekolah favorit di Kota Makassar dan hasil investigasi kami sangat mencengangkan,” ungkap Mirwanto, S.Pd selaku Koordinator Divisi Pendidikan, Litbang dan SDM LSM PERAK Sulsel, Jum’at (19/7/19).

Berdasarkan investigasinya, pihaknya menemukan keterangan para Kepala Sekolah terkait kuota pindah sekolah untuk kelas XI dan XII.

Di SMA Negeri 1 Makassar, Kepsek Syahruddin mengatakan, kuota untuk kelas XI ada 10 orang namun sudah terisi.

“Si Kepsek ngomong kalau kuota 10 orang itu sudah jauh hari dipesan,” katanya.

Sama halnya, di SMA Negeri 5 Makassar, Kepsek Atmam Amir, S.Pd, M.Pd mengungkapkan jika kuota untuk kelas XI ada 10 orang dan kelas XII ada 2 orang sudah terpenuhi.

“Sudah terisi semua Pak, kuota kelas XI sudah direkomendasikan semua surat keterangan diterimanya dan baru 3 orang yang mengembalikan,” ucap Atmam, Jumat (19/7/19).

Ditanya mengenai siapa-siapa yang memasukkan siswa pindahan tersebut, dirinya tidak menampik kalau ada dari pejabat dan lainnya.

Lain halnya di SMA Negeri 17 Makassar, menurut Wakasek Kesiswaan, Rugayah terang-terangan mengatakan, belum ada yang masuk di sekolahnya sebagai pindahan.

“Kami akan menyeleksi dulu bisa apa tidak masuk di sekolah ini. Jadi semua yang mau pindah kesini terbuka lebar siapa saja dan darimana saja sepanjang memenuhi kriteria,” terangnya, Jum’at (19/7/19).

 

Sementara itu, LSM PERAK mendapati laporan adanya siswa pindahan dari sekolah negeri yang juga berada dalam Kota Makassar masuk ke SMA Negeri 5 Makassar.

“Ada siswa inisial A, D, dan R yang diduga masuk di SMAN 5 Makassar. Dari sumber informasi, siswa ini diduga membayar sebesar Rp 4,5 Jt dan kami masih terus melakukan penulusuran, apakah kuota 12 orang ini di SMAN 5 semuanya membayar,” Lanjut Mirwanto.

Dari hasil investigasinya, pihaknya menduga adanya pungli yang terjadi di SMAN 1 dan SMAN 5 Makassar.

Kami akan berkoordinasi dan layangkan surat ke penegak hukum agar dugaan pungli ini ditelusuri dan diusut tuntas.

“Kami meminta Kepolisian dan Kejaksaan segera menelusuri karena ini sudah informasi awal,” pungkasnya.

(*)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :