oleh

PERAK dan Waspamops LMR-RI Desak IOM Cek Berkala Kesehatan Imigran Pengungsi

MAKASSAR, coronginformasi.com — Menyikapi aksi unjuk rasa yang sedianya dilakukan, Kamis (5/9/19) di Depan Menara Bosowa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dan Balai Kota Makassar terkait pengungsi imigran gelap akhirnya berlangsung di Menara Bosowa Jl. Jenderal Soedirman Lt. 10 Kantor IOM.

Acara tersebut difasilitasi pihak Polrestabes Kota Makassar dan diterima langsung pihak IOM selaku donatur para imigran.

Dalam dialog tanya jawab tersebut dihadirkan Perwakilan UNHCR, Koordinator Perwakilan IOM di Sulawesi, Mr. Son Ha, Perwakilan Polrestabes Makassar, Ardiansyah, koalisi LSM dan Ormas diantaranya LSM PERAK Sulsel dan Waspamops LMR-RI Sulsel.

Dialog tersebut dipandu oleh Ardianyah dari pihak Polrestabes Makassar. Menurut Perwakilan UNHCR, Yance menjelaskan jika rumah penampungan (Community House) para pengungsi imigran ada 26 yang tersebar di Kota Makassar. Pengungsi yang terdata sebanyak 1.841 tersebut diantaranya berasal dari Rohingya Myanmar, Afganistan, suriah dan Somalia.

“Kami maunya mereka cepat berangkat ke negara ketiga, namun ada prosedur yang memang butuh waktu lama,” ungkap Yance.

Yance pun tak menampik jika ada imigran yang sudah menetap 7-8 tahun di Kota Makassar dan tak kunjung diberangkatkan.

“Salah satu alasan mereka demo di depan Menara Bosowa bisa saja karena pengaruh stress sudah terlalu lama menetap disini,” ungkapnya.

Sementara Koordinator IOM Perwakilan Sulawesi, Mr. Son Ha, menegaskan, jika IOM yang seluruh kebutuhan hidup para pengungsi termasuk kesehatannya.

“Gabungan dari beberapa negara yang menjadi donatur menyerahkan ke IOM di Jenewa Swiss sebagai lembaga yang berwenang untuk hal ini. Jadi, tidak ada dana dari pemerintah Indonesia yang kami pakai,” katanya.

Pihak Polrestabes Makassar, Ardianyah yang juga menyampaikan, jika Kepolisian disini harus memastikan keamanan yang ditimbulkan adanya pengungsi.

“Kalau berbicara soal penanganannya, kami sudah ada Satgas memang yang mengurusi pengungsi atau orang asing dan sudah diatur di Perpres,” ucap Ardianyah.

Kepala Badan Khusus Waspamops Lembaga Missi Recleassering Republik Indonesia (LMR RI) Sulsel, Andi Unru, S.T memprotes keras dimana menurut hasil investigasinya, pengungsi ini diduga melakukan penyimpangan dan pelanggaran hukum dan norma-norma yang ada di Kota Makassar.

“Kami menduga pengungsi ini membawa dampak buruk seperti seks menyimpang dan lain sebagainya yang melanggar peraturan,” ungkapnya.

Andi Unru juga meminta ada transparansi sumber dana dan penggunaan anggaran untuk para pengungsi tersebut.

Dalam rapat tersebut, Ketua LSM PERAK Sulsel, Adiarsa MJ juga mendesak pihak IOM agar melakukan cek kesehatan kepada para imigran secara berkala.

“Jangan cuma dicek pada saat mereka datang, kami mau mereka dicek per triwulan. Pasalnya, kami tidak mau mereka membawa penyakit yang dapat menulari warga disini. Misalnya, penyakit kelamin, HIV AIDS pada saat mereka melakukan hubungan intim dengan warga disini termasuk penyakit TBC yang dapat menular,” tegas Adiarsa.
(*)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :