oleh

Rujab Walikota Makassar “Perang” Benda Pusaka

-Pariwisata-74 views

MAKASSAR, coronginformasi.com — Komunitas Pemerhati Benda Pusaka gelar Dialog Akhir Tahun, dengan tema
“Sinergitas Pemerintah dan Pemerhati Budaya Dalam Mengembangkan nilai- nilai Filosofis Benda Pusaka Di Era Milenial Dalam Mewujudan KAMTIBMAS”, Sabtu (21/12/2019) di Baruga Anging Mammiri, Rujab Walikota Makassar.

Kegiatan ini yang bertujuan untuk mensinergikan peran pemerintah, kepolisian, Politisi, dan komunitas-komunitas pusaka dalam mengembangkan kebudayaan khususnya benda pusaka.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh adat dan Raja-raja. Diantaranya, Drs Hatta Hamzah, MM Krg Gajang karaeng borisallo bate salapang ri gowa, Dr. Jalan Hasyim Krg Borong Loe, Makmur Sadda Krg Marrang pemangku adat Krg Polongbangkeng, Drs. Baharuddin Tapi Dg Manye, Usman Basri Krg. Naro pemangku adat karaeng Data, DR. Hasan Hasyim Krg Sikki Krg. Borongloe, Andi Sukriansyah Krg Laikang dan turut hadir Andi Kulama Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, Batara Gowa III
Raja Gowa ke-38.
kegiatan ini menghadirkan 5 pemateri yaitu :

1. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bpk. Kemal Redindo Syahrul dengan tema
“Peran Pemerintah Daerah Dalam Rangka Pelestarian Dan Penguatan Nilai-Nilai Budaya Khususnya Benda Pusaka”

2. DPRD Prov. Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Ketua Komisi B Ibu drg. A. Rachmatika Dewi dgn tema
“Perhatian Politisi Dalam Memajukan Dan Mensejahterakan Para Penggiat Budaya Khusunya Benda Pusaka”

3. Kapolda Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kabidkum Komnas Hambali, SH.,MH dgn tema
“PERAN POLRI SEBAGAI APARAT PENEGAK HUKUM DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NO.2 TAHUN 2002 DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG DARURAT RI NO.12 TAHUN 1951 DAN UNDANG-UNDANG RI NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA”

4.Kepala Balai Peletarian Benda Cagar Budaya Sulsel (BPBCB) yg diwakili oleh kepala Tata Usaha BPBCB Bpk. Muh. Natsir dgn tema
“Peran Pemerintah Ttg Warisan Budaya Tak Benda”.

5. Akademisi/Budayawan (Pof. Dr. H. Hamka Naping, MA) dgn tema
“Pandangan Akademisi Dalam Penguatan Nilai-Nilai Filosofis Benda Pusaka”.

Diskusi ini dipimpin oleh moderator Bpk. Wahyu Munandar dan diwarnai dengan tanya jawab oleh peserta yang sehingga menghasilkan 4 point kesimpulan yg ditandatangani oleh masing-masing pemateri dan ketua-ketua komunitas pemerhati benda pusaka.

Diakhir acara panitia menyerahkan cenderamata kepada ke-5 Pemateri dan kepada Bpk. Walikota Makassar berupa sebilah Badik beserta sarung pembungkus yang menandakan bahwa ketika membawa pusaka harus diperlakukan selayaknya benda yg dijaga dan tidak dengan cara mentappi (menyelip dipinggang) sehingga tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

PT. Pegadaian adalah salah satu donatur dari kegiatan ini dan mempresentasikan program andalan mereka yaitu tabungan emas, uang yang ditabung kedalam rekening akan langsung dikonversi menjadi emas. Tak lupa jg bantuan SDM dari Kasatpol PP Bpk. Iman Hud dengan mengerahkan anggota Satpol PP yg memiliki bakan memainkan musik langgam bugis makassar serta penampilan Satpol PP Pariwisata yg cantik-cantik menambah kegiatan Dialog Akhir Tahun menjadi lebih feminis.

Panitia berharap Dialog Akhir Tahun ini menjadi agenda tahunan yg dapat mempererat silaturahmi pemerintah dan pemerhati benda pusaka.

(*)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :