oleh

Sidang Kasus Pembunuhan Di Barombong, Keluarga Korban Berteriak Histeris

-HUKUM-1.017 views

CORONGINFORMASI.COM, MAKASSAR – Sidang lanjutan kasus pembunuhan di Barombong kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (04/09/19).

Sidang yang dimulai sekitar pukul 15.30 Wita dengan menghadirkan terdakwa Jumallang, telah memasuki agenda pemeriksaan saksi. Dalam pemeriksaan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga orang saksi yaitu orang tua dari korban (ibu), anak dari korban dan satu orang kerabat dekat dari korban.

Awalnya suasana ruang sidang utama PN Makassar terlihat sunyi, namun setelah terdakawa dihadirkan, sontak suasana mulai berubah, terdengar jelas suara histeris dari pihak keluarga korban yang berteriak ketika menyaksikan kehadiran terdakwa.

Selain dihadiri oleh suami, anak dan keluarga korban, sidang juga dihadiri oleh Tim Kuasa Hukum dari keluarga korban.

Sebagai informasi dalam kasus ini, keluarga korban didampingi oleh Perkumpulan Pekerja Hukum dan Advokasi Rakyat yang dipimpin oleh Akhmad Rianto, SH.

“Kami dari pihak keluarga telah memberi kuasa kepada Perkumpulan Pekerja Hukum dan Advokasi Rakyat untuk mendampingi dan mengawal setiap proses dalam kasus ini,” tutur Hasan, suami korban.

Terkait jalannya sidang, Tim Kuasa Hukum menilai ada hal yang perlu untuk dikaji dan diteliti ulang, karena dalam keterangan salah seorang saksi diketahui bahwa ada orang lain yang ikut membantu terdakwa saat melakukan perbuatannya, begitu pula ketika terdakwa yang datang membawa dan menggunakan badik menikam korban di TKP adalah bagian peristiwa yang dapat dikatakan sebagai perencanaan.

“Jika berdasarkan keterangan Saksi Korban yaitu orang tua dan anak dari korban saat diperiksa di ruang sidang, maka kami melihat ada pihak lain yang juga ikut terlibat dan adanya perencanaan, dalam hal ini ikut membantu terdakwa dalam melakukan perbuatannya serta adanya unsur perencanaan dari rangkaian peristiwa yang motifnya berawal dari sengketa tanah sehingga terjadinya penikaman menggunakan badik,” kata Masran Amiruddin, SH,MH selaku Kuasa Hukum Keluarga Korban.

Masran juga mengatakan bahwa seharusnya pasal yang dikenakan kepada terdakwa bukan cuman Pasal 338 Jo 351 (3) KUHP melainkan juga bisa dikenakan Pasal 340 dan Pasal 170 KUHP.

“Seharusnya pembuatan terdakwa bukan saja dikenakan Pasal 338 jo Pasal 351 (3), tapi juga pasal 340 dan Pasal 170 KUHP, apa lagi dari keterangan saksi jelas diuraikan bahwa ada pihak lain yang turut serta membantu terdakwa saat melakukan perbuatan melawan hukumnya,” lanjutnya.

Seharusnya, lanjut Masran, perlu dilakukan pengembangan pemeriksaan oleh pihak penyidik kepolisian dan JPU dari keterangan Saksi dari pihak korban, khususnya dari apa yang disampaikan atau diuraikan oleh ibu dan anak dari korban yang diperiksa sebagai saksi, karena dari keterangan saksi diketahui bahwa ada orang lain yang ikut membantu terdakwa saat melakukan perbuatannya.

Dimana diduga ibu dari terdakwa juga ikut membantu perbuatan melawan hukum. Hal tersebut sebagaimana diungkap oleh saksi saat diperiksa di ruang persidangan.
(a)

Gratis Berlangganan Berita Via WhatsApp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. Ini yg menulis berita kurang jelas memberikan informasinya. Saya sebagai pembaca penasaran perihal sidang yg keberapa ini? Terus lanjutan sidang berikutnya kapan? Terkait kesaksian keluarga korban perihal pelaku, yg menduga ibu Jumalang terlibat dalam pembunuhan hanya mengutip perkataan saksi dan kuasa hukum. Padahal saya penasaran akan respon pak Hakim perihal itu.

BACA BERITA LAINNYA :