Mengenal Perjanjian Roem-Royen: Sejarah, Hasil, Isi &; Dampaknya

Pendahuluan

Perjanjian Roem-Royen adalah sebuah perjanjian yang dicapai antara pihak Indonesia dan Belanda pada tanggal 7 Mei 1949. Perjanjian ini dicapai melalui perundingan yang dipimpin oleh Mohammad Roem (Indonesia) dan Max van der Stoel alias Van Royen (Belanda), sehingga dikenal sebagai Perjanjian Roem-Royen. Perjanjian ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan menuju pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Sejarah Perjanjian Roem-Royen

Setelah berakhirnya Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948, Mohammad Hatta dan beberapa menterinya ditangkap oleh Belanda. Belanda juga mengumumkan pembubaran Republik Indonesia dan membentuk Negara Indonesia Serikat sebagai penggantinya.

Namun, tindakan tersebut mendapat penolakan dari masyarakat Indonesia dan tekanan internasional, terutama dari PBB. Hal ini memaksa Belanda untuk menyetujui usulan penyelesaian damai dari India, Australia, dan Amerika Serikat pada 28 Januari 1949, yang kemudian mengantar pada Perjanjian Roem-Royen.

Isi Perjanjian Roem-Royen

Dalam Perjanjian Roem-Royen, baik Indonesia maupun Belanda setuju untuk menghentikan konflik dan menyerahkan penyelesaiannya kepada mekanisme diplomatik. Isi perjanjian ini dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Penghentian permusuhan dan pembentukan zona demiliterisasi.
  2. Pembebasan dan pengembalian posisi politik para tahanan dan tawanan perang.
  3. Pelaksanaan konferensi meja bundar yang akan membahas proses dan tahapan pembentukan negara federal oleh Indonesia dan Belanda.

Hasil dan Dampak Perjanjian Roem-Royen

Hasil perjanjian ini adalah pengakuan Belanda terhadap Republik Indonesia sebagai suatu pihak yang berdaulat dan memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri. Perjanjian Roem-Royen juga membuka jalannya Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949.

Dampak dari perjanjian ini terlihat jelas pada status politik Indonesia. Setelah perjanjian ini, Pemerintah Republik Indonesia dapat kembali beroperasi di Yogyakarta. Para pemimpin dan pejuang kemerdekaan yang ditahan Belanda juga dibebaskan.

Perjanjian Roem-Royen menjadi tonggak sejarah penting yang akhirnya mengantarkan Indonesia ke proses pengakuan kedaulatan oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar. Meski ada perdebatan dalam masyarakat tentang perjanjian ini karena Belanda masih berupaya membentuk negara federal di Indonesia, perjanjian ini tetap menjadi bagian dari perjuangan diplomasi Indonesia dalam meraih haknya sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak